Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-ayat Cinta
Akhirnya selesai juga membaca novel kang abik yang satu ini, dua buku telah tuntas dibaca. Kesimpulannya? BAGUS!!, layak baca, tetapi jika saya diminta untuk membandingkan antara Ketika Cinta Bertasbih(KCB) dan Ayat-ayat Cinta(AAC) maka saya memilih Ayat-ayat Cinta berikut adalah alasannya.
Pertama terlalu banyak alur cerita didalam KCB sehingga seperti tidak fokus, karakter eliana yang muncul diawal buku pertama seolah-olah jadi karakter utama novel KCB ternyata menghilang begitu saja, dibuku kedua muncul diawal sewaktu menemani azzam pulang, kemudian muncul lagi sekilas setelah pulang umrah dan menghilang diakhir cerita. Karakter zumroh yang muncul tiba-tiba dibuku kedua dan tidak diketahui bagaimana nasib kehamilannya.
Kedua saya tidak suka dengan keputusan kang abik untuk membuat bue azzam meninggal karena kecelakaan, kesannya kok seperti sinetron indonesia
, saya lebih suka klo bue azzam bisa melihat klo azzam dan anna akhirnya menikah.
Ketiga banyak alur cerita yang tidak tuntas, terus terang saya ingin tahu bagaimana nasib karakter-karakter lainnya, saya ingin tahu apakah hafez bisa mempersunting cut mala atau tidak, saya ingin tahu bagaimana nasib fadhil dan tiara selanjutnya, dan terakhir saya ingin tahu apakah husna menikah dengan ilyas atau tidak. Diantara semuanya itu yang paling saya inginkan adalah tentang bagaimana nasib husna, seolah-olah setelah azzam menikah husna hilang begitu saja hanya mereka berdua azzam dan anna (yang lain ngontrak
). Mungkin ini bisa diselesaikan dengan menambah informasi diakhir cerita, akhirnya hafez mempersunting cut mala, eliana menikah dengan furqon dan seterusnya
. Ini klo boleh usul, klo tidak jangan-jangan ada Ketika Cinta bertasbih 3, klo memang iya yaa ditunggu bagaimana cerita selanjutnya
.
No related posts.
You must be logged in to post a comment.