Bajaj Pulsar 180 : Premium atau Pertamax?
Jenis BBM di Indonesia untuk kategori bensin (yang dijual pertamina) ada beberapa macam yaitu premium, pertamax dan pertamax plus. Pertanyaannya jenis BBM mana yang sesuai dengan motor yang kita pakai?, karena ternyata ada beberapa motor yang memang harus memakai pertamax dari pada premium ataupun sebaliknya.
Jenis BBM apa yang akan dipakai semuanya bergantung pada rasio kompresi mesin masing-masing motor. Berikut adalah penjelasan rasio kompresi dan jenis BBM yang harus digunakan.
Rasio kompresi 7:1 – 9:1 menggunakan Premuim (Oktan 88)
Rasio kompresi 9:1 – 10:1 menggunakan Pertamax (Oktan 92)
Rasio kompresi 10:1 – 11:1 menggunakan Pertamax Plus (Oktan 95)
Dari data teknis Bajaj Pulsar 180 mempunyai rasio kompresi 9.5:1, dari data teknis tersebut seharusnya Bajaj Pulsar 180 memakai pertamax dari pada premium.
Bagaimana dengan BBM Bajaj Pulsar anda, memakai premium atau pertamax?
Related posts:
Anton said,
Wrote on April 13, 2009 @ 9:23 am
Saya pake GLMAX 19thn, kompresi kan 9.2:1,pake premium,campur kapur barus, perbandingan 1liter= 1butir kapur barus kecil putih merk swan/swallow,hasil busi bersih,tenaga oke,mesin halus,skrg sdh 68rb km,blm pernah bongkar mesin,blm pernah skur klep,ganti oli tiap 1500km,dulu mesran,ganti mesran prima,ganti fastron s/d skrg..Oya,beli busi ND asli import,skrg Rp75rb, gak pernah namanya busi mati, paling2 elektroda nya aus krn pemakaian bisa 20rb km.
aji (PRA jogja 447) said,
Wrote on May 15, 2009 @ 8:33 am
kalo berdasar pengalaman saya
premium aja ok kug. gada efek samping ngelitik
kbetulan sy pke p200 uda dari agustus2008
seumur2 belom perna pake prtamax. tp buat turing, harian
its absolutely ok^^
maen dunk ke prides-online.com
dsana byasanya kita sharing apapun ttg pulsar
Is said,
Wrote on October 27, 2009 @ 6:07 pm
Di awal pemakaian saya selalu pakai perplus. Sampai suatu waktu dikasih saran sama mekanik buat pakai per aja karena entah kenapa perplus banyak meninggalkan residu di karbu. Sempet waktu bbm melonjak tinggi saya ganti premium, tapi setelah kembali “rasional” saya kembali pakai per. Sampai sekarang masih pakai per, dan saya rasa dah cukup lah.