Menabung Pangkal Kaya, Masih Relevankah?

Menabung pangkal kaya, masih relevankah slogan ini diucapkan dimasa kini?, ditengah inflasi yang semakin menjadi. Uang yang ditabung dan disisihkan setiap bulannya bukannya bertambah melainkan semakin berkurang nilainya.

Ambil contoh sampai pertengahan tahun 2008, inflasi mencapai 7.37%, tetapi rata-rata suku bunga deposito untuk satu tahun sekitar 6.5% sebelum dipotong pajak (bunga tabungan biasanya lebih rendah dari bunga deposito), berarti untuk enam bulan suku bunga deposito hanya 3.25%, jika pajak bunga 20% dimasukkan maka suku bunga deposito untuk enam bulan menjadi hanya 2.6% artinya uang yang didepositokan nilainya turun sebesar 4.77% dalam enam bulan, itu baru penurunan dalam enam bulan, berapa penurunan dalam satu tahun?, bagaimana jika penurunan tersebut terakumulasi dalam beberapa tahun?. Menabung untuk sampai pada tujuan kaya tidak akan tercapai.

Lalu apa yang harus dilakukan, supaya nilai uang yang disisihkan tidak turun nilainya?. INVESTASIKAN !!!, ya diinvestasikan bukan ditabung, lalu investasi seperti apa yang bisa membuat nilai uang terhindar dari inflasi?.

Investasi emas, selama ini emas dikenal sebagai sarana investasi bagi banyak orang, “mata uang “ universal, selain itu emas juga bisa digunakan sebagai perhiasan. Pada masa krisis memegang emas adalah keputusan yang tepat, masalahnya memegang emas dalam jumlah banyak harus menyediakan tempat yang aman supaya bisa tidur dengan nyenyak :D , selain itu diperlukan uang yang tidak sedikit untuk bisa berinvestasi di emas.

Investasi tanah, mungkin semua setuju investasi tanah bisa membuat nilai uang terhindar dari inflasi dan tidak ada kata murah alias harganya selalu naik. Permasalahannya tanah tidak ada “pasar” untuk melakukan jual/beli, jika ingin menjual belum tentu ada pembeli, begitu juga sebaliknya, jodoh-jodohan kata sebagian orang, dan itu artinya investasi tanah tidak likuid. Selain itu dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Investasi direksadana, reksadana?, yaa reksadana. Investasi direksadana bisa dilakukan setiap bulan dengan uang mulai ratusan ribu, lebih murah dari investasi emas maupun tanah. Reksadana mudah untuk dicairkan, seperti halnya emas dan jika reksadana yang dipilih adalah reksadana saham maka anda seperti memiliki sebuah perusahaan, anda seperti memiliki tanah, gedung dan aset perusahaan tersebut, artinya seperti investasi di tanah juga kan ? :) .

Jadi kenapa tidak memulai berinvestasi direksadana?. Menabung pangkal kaya? Tidak lagi. Berinvestasi pangkal kaya? Semoga :) . SALAM PERUBAHAN!!.

Note : Write for Kontes Blogging HUT RI ke 63 by Rystiono

Related posts:

  1. Apa Itu Reksadana?
  2. Cara Kerja Reksadana
  3. Future Value dan Present Value
  4. Jadikan Investasi Sebagai Pengeluaran Rutin
  5. Menghitung Cicilan
  6. Blogging Contest

Related Search

bunga depositobunga reksadanaInvestasimenabung pangkal kayaReksadanareksadana indonesiareturn depositoreturn reksadana

Mindflex Mattel most wanted and wished christmas toys 2009

7 Comments so far »

  1. zonamerah said,

    Wrote on July 28, 2008 @ 06:16

    wah, semua orang pasti pengen perubahan kearah yang lebih baik..

    makasih atas infonya ya..

  2. mrth4nks said,

    Wrote on August 6, 2008 @ 23:06

    Rajin pangkal pandai, investasi pangkal kaya!
    Reksadana, wah info yg bagus :)
    th4nks dan salam perubahan

  3. adibmubarrok said,

    Wrote on August 7, 2008 @ 00:26

    @zobamerah,mrth4nks, sama sama dan dalam perubahan juga :)

  4. angga386 said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 02:47

    setahu saya, hemat pangkal kaya..

  5. adibmubarrok said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 05:29

    @angga386, menabung pangkal kaya nggak ada yach? wah berarti artikelnya salah ambil slogan dunk :D

  6. alifahru said,

    Wrote on September 24, 2008 @ 11:38

    klo mau beli reksadana dimana ya? dan minimal nominal yang harus dibeli berapa? thanks

  7. adibmubarrok said,

    Wrote on September 25, 2008 @ 03:32

    @alifahru, reksadana minimal yang saya tahu adalah 250.000, itu yang saya tahu paling murah, coba ke trimegah :)

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment: